Prediksi Harga WalletConnect Token (WCT)

Oleh CMC AI
12 April 2026 10:06AM (UTC+0)
TLDR

Harga WCT menghadapi tarik-menarik antara kegunaan dasarnya dan inflasi pasokan yang signifikan.

  1. Overhang Jadwal Unlock Pasokan – Lebih dari 80% dari total 1 miliar token masih terkunci, menciptakan risiko tekanan jual yang terus-menerus seiring dengan berjalannya jadwal vesting.

  2. Adopsi vs. Utilitas – Penggunaan jaringan yang besar (lebih dari 150 juta koneksi) mendukung nilai token, tetapi penerapan biaya dan fitur Smart Sessions diperlukan untuk mengubah penggunaan menjadi permintaan yang berkelanjutan.

  3. Dukungan & Likuiditas di Bursa – Listing sebelumnya di Binance dan Coinbase memicu lonjakan harga besar; dukungan dari bursa tier-1 lainnya dapat memberikan katalis jangka pendek serupa.

Analisis Mendalam

1. Jadwal Unlock Pasokan (Dampak Bearish)

Gambaran Umum: Total pasokan WCT dibatasi hingga 1 miliar token, namun hanya sekitar 367 juta token yang beredar hingga April 2026. Artinya, lebih dari 63% pasokan masih terkunci dan akan dibuka secara bertahap dari alokasi tim, pendukung, dan yayasan. Unlock sebelumnya, seperti pelepasan 10,06 juta token pada November 2025, menambah tekanan jual secara langsung. Valuasi terdilusi penuh (FDV) masih jauh lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar saat ini, menunjukkan risiko dilusi.

Maknanya: Setiap unlock baru menambah pasokan yang beredar, yang bisa menekan harga jika permintaan baru tidak mampu menyerap token tambahan tersebut. Hal ini menciptakan overhang yang terus-menerus, sehingga sulit terjadi kenaikan harga yang berkelanjutan sampai sebagian besar token beredar dan pasar mampu menyerapnya.

2. Adopsi Jaringan & Evolusi Utilitas (Dampak Campuran)

Gambaran Umum: WalletConnect adalah infrastruktur penting yang memfasilitasi lebih dari 150 juta koneksi untuk 23 juta pengguna di lebih dari 600 dompet digital. Penggunaan ini memberikan nilai fundamental. Namun, utilitas token utama seperti biaya jaringan belum aktif, dan peluncuran fitur seperti "Smart Sessions" yang didukung AI masih direncanakan di masa depan. Inisiatif terbaru seperti staking rewards Wave 2 (1,9 juta WCT) bertujuan meningkatkan partisipasi tata kelola.

Maknanya: Adopsi yang tinggi adalah fondasi bullish yang kuat, tetapi harga perlu utilitas nyata untuk menangkap nilai tersebut. Aktivasi biaya dan fitur baru dapat menciptakan permintaan baru untuk WCT. Sampai saat itu, token lebih bergantung pada sentimen spekulatif daripada tekanan beli yang didorong oleh utilitas.

3. Listing di Bursa & Akses Pasar (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Listing di bursa besar telah menjadi katalis yang kuat. Listing awal di Binance pada April 2025 memicu lonjakan 346% (Kanalcoin). Coinbase menambah dukungan di Optimism pada Agustus 2025 (Coinbase Assets). Akses yang lebih luas meningkatkan likuiditas dan menarik basis investor yang lebih besar.

Maknanya: Listing di bursa tier-1 memvalidasi proyek dan memberikan aliran likuiditas besar, yang sering kali menyebabkan lonjakan harga jangka pendek. Dukungan dari platform besar lainnya di masa depan bisa menjadi peristiwa positif yang signifikan, meskipun dampaknya mungkin terbatas oleh kekhawatiran pasokan yang mendasarinya.

Kesimpulan

Perjalanan harga WCT bergantung pada apakah percepatan adopsi dan utilitas baru dapat mengimbangi efek dilusi dari unlock token di masa depan. Bagi pemegang token, ini berarti harus menghadapi volatilitas yang dipicu oleh peristiwa pasokan sambil berharap pada pentingnya jaringan dalam jangka panjang.
Akankah aktivasi biaya jaringan menghasilkan tekanan beli yang cukup untuk mengimbangi unlock besar berikutnya?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.