Prediksi Harga Usual (USUAL)

Oleh CMC AI
02 June 2026 05:35PM (UTC+0)
TLDR

Harga masa depan USUAL sangat bergantung pada kemampuannya untuk meningkatkan adopsi di tengah persaingan ketat sekaligus mengelola risiko yang melekat pada DeFi.

  1. Pendapatan & Buyback – Hingga 70% pendapatan protokol digunakan untuk buyback, yang secara langsung mengurangi pasokan token seiring pertumbuhan TVL.

  2. Persaingan RWA & Adopsi – Keberhasilan bergantung pada kemampuan merebut pangsa pasar dari pemain besar seperti Tether dan Circle melalui integrasi dan dukungan regulasi.

  3. Keamanan & Risiko Sistemik – Insiden peretasan sebelumnya menegaskan pentingnya keamanan yang kuat untuk menjaga kepercayaan pengguna dan stabilitas protokol.

Penjelasan Mendalam

1. Tokenomik Berbasis Pendapatan (Dampak Bullish)

Gambaran Umum: Nilai USUAL terkait langsung dengan pendapatan protokol, terutama dari hasil Treasury Bill AS yang mendukung stablecoin-nya. Model ini mengalokasikan 70% pendapatan untuk buyback dan 30% untuk hadiah mingguan sebesar USD0 bagi pemegang USUALx yang mengunci tokennya. Mekanisme ini bersifat deflasi, di mana peningkatan Total Value Locked (TVL) meningkatkan tekanan buyback sehingga mengurangi pasokan yang beredar. Tim melaporkan bahwa hingga Juli 2025, sebanyak 15,7 juta USUAL telah dibeli kembali.

Maknanya: Ini menciptakan hubungan langsung dan positif antara adopsi protokol (TVL) dengan kelangkaan token. Jika Usual berhasil meningkatkan penggunaan stablecoin-nya secara signifikan, program buyback dapat memberikan dukungan harga yang kuat dengan terus mengurangi jumlah token di pasar.

2. Persaingan Pasar & Lanskap Regulasi (Dampak Campuran)

Gambaran Umum: Usual bersaing di sektor stablecoin dan Real-World Asset (RWA) yang sudah padat dengan pemain besar seperti Tether dan Circle. Keunggulannya adalah kepemilikan komunitas dan pembagian keuntungan. Pertumbuhan bergantung pada integrasi strategis, seperti pool USD0 di Fluid, serta kemampuan menavigasi regulasi seperti U.S. Digital Asset Market Clarity Act yang dapat melegitimasi stablecoin yang patuh aturan.

Maknanya: Kepastian regulasi bisa menjadi angin segar yang besar, namun Usual harus menjalankan strategi dengan sangat baik untuk merebut pangsa pasar dari pemain lama. Keberhasilannya tidak pasti dan sangat bergantung pada eksekusi produk serta perkembangan regulasi yang lebih luas.

3. Kerentanan Keamanan & Kepercayaan (Risiko Bearish)

Gambaran Umum: Protokol DeFi sering menjadi target peretasan. Usual pernah menghadapi upaya peretasan pada Mei 2025 yang berhasil dihentikan oleh BlockSec. Selain itu, sektor ini juga mengalami kegagalan berulang akibat celah di mana pasar pinjaman menetapkan harga stablecoin yang sudah kehilangan peg pada $1, sebuah kerentanan yang pernah berdampak pada Usual.

Maknanya: Setiap peretasan yang berhasil akan sangat merusak kepercayaan pengguna dan kemungkinan besar menyebabkan penurunan harga yang tajam. Meskipun protokol memiliki bug bounty sebesar $16 juta sebagai langkah proaktif keamanan, risiko sistemik yang melekat pada kontrak pintar DeFi yang kompleks tetap menjadi kekhawatiran besar bagi para investor.

Kesimpulan

Jalan USUAL adalah keseimbangan berisiko tinggi antara model inovatif berbagi pendapatan dengan persaingan ketat serta risiko keamanan di dunia DeFi. Bagi pemegang token, pertanyaan utamanya adalah apakah adopsi protokol dapat tumbuh cukup cepat untuk membuat ekonomi buyback-nya menjadi signifikan.
Apakah pertumbuhan TVL Usual dapat mengatasi risiko dilusi dan ancaman keamanan untuk membuka potensi tokenomiknya?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.