Apa itu Stable (STABLE)

Oleh CMC AI
05 June 2026 09:02PM (UTC+0)
TLDR

Stable (STABLE) adalah blockchain Layer 1 khusus, yang sering disebut sebagai "StableChain," yang dirancang untuk mengoptimalkan transfer dan penyelesaian stablecoin secara global, terutama menggunakan USDT dari Tether sebagai mata uang asli untuk biaya transaksi.

  1. Dirancang Khusus untuk Stablecoin – Stable dibuat untuk mengatasi masalah gesekan dan volatilitas biaya saat menggunakan stablecoin di blockchain umum dengan menjadikan USDT sebagai aset utama untuk gas dan penyelesaian transaksi.

  2. Model Gas Berbasis USDT – Pengguna membayar biaya transaksi langsung menggunakan USDT, sehingga tidak perlu memegang token asli yang volatil hanya untuk biaya gas.

  3. Sistem Token Ganda – Token STABLE digunakan untuk keamanan jaringan (staking), tata kelola, dan insentif ekosistem, sementara semua utilitas dan biaya transaksi ditangani menggunakan USDT.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Nilai yang Diberikan

Stable mengatasi masalah utama dalam pembayaran kripto: kompleksitas dan volatilitas biaya. Di jaringan seperti Ethereum, pengguna harus memegang token terpisah yang volatil (ETH) untuk membayar biaya gas, meskipun transaksi dilakukan dengan stablecoin seperti USDT. Stable mengubah model ini dengan menjadikan USDT sebagai token gas asli. Hal ini menciptakan struktur biaya yang dapat diprediksi dalam denominasi dolar, yang ditujukan untuk pembayaran konsumen, pengiriman uang lintas negara, dan penyelesaian transaksi institusional. Misinya adalah menyediakan infrastruktur yang cepat, andal, dan sesuai regulasi khusus untuk transaksi stablecoin.

2. Teknologi & Arsitektur

StableChain adalah blockchain Layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum, artinya mendukung Ethereum Virtual Machine (EVM) sehingga memudahkan migrasi smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Inovasi utamanya adalah model gas berbasis USDT. Jaringan ini menggunakan mekanisme konsensus khusus yang disebut StableBFT, varian delegated proof-of-stake (DPoS) yang dioptimalkan untuk throughput tinggi dan finalitas transaksi dalam hitungan detik. Arsitektur ini dirancang untuk aplikasi keuangan frekuensi tinggi, memberikan performa yang deterministik dan ruang blok yang dipesan khusus untuk pengguna institusional.

3. Tokenomik & Tata Kelola

Ekosistem Stable memisahkan peran token dengan jelas. USDT digunakan sebagai token utilitas untuk semua biaya transaksi dan penyelesaian. Sedangkan token STABLE berfungsi sebagai lapisan koordinasi jaringan. Fungsi utamanya adalah mengamankan jaringan melalui staking validator, berpartisipasi dalam pemungutan suara tata kelola on-chain, dan menyelaraskan insentif jangka panjang melalui program hibah dan dana ekosistem. Struktur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan aset yang stabil, sementara pemangku kepentingan menggunakan STABLE untuk mengarahkan perkembangan protokol ke depan.

Kesimpulan

Secara mendasar, Stable adalah sebuah infrastruktur blockchain yang dirancang dari awal untuk membuat transaksi menggunakan dolar digital menjadi semudah dan seprediktabel menggunakan jaringan pembayaran tradisional. Apakah desain khusus ini cukup menarik untuk menarik aliran stablecoin dengan volume tinggi yang menjadi targetnya?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.