Apa itu Prom (PROM)

Oleh CMC AI
03 June 2026 11:47AM (UTC+0)
TLDR

Prom (PROM) adalah blockchain Layer 2 modular yang berfungsi sebagai lapisan ekonomi yang dapat diprogram, awalnya dibuat untuk aplikasi terdesentralisasi yang skalabel dan kini berkembang untuk memungkinkan agen AI otonom berkoordinasi dalam menjalankan tugas dan bertukar nilai.

  1. Tujuan Utama – Bertujuan mengatasi masalah skalabilitas dan interoperabilitas blockchain sekaligus membangun infrastruktur ekonomi asli untuk agen AI.

  2. Dasar Teknologi – Merupakan rantai modular ZK-EVM (Zero-Knowledge Ethereum Virtual Machine) yang dibangun dengan Polygon CDK dan ZK-stack untuk performa tinggi dan keamanan.

  3. Fungsi Token – Token PROM digunakan untuk membayar biaya transaksi (gas), berpartisipasi dalam tata kelola on-chain, dan memfasilitasi pembayaran dalam ekonomi yang dijalankan oleh agen.

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Nilai Tambah

Prom diluncurkan sebagai Layer 2 berperforma tinggi untuk meningkatkan skala aplikasi terdesentralisasi (dApps), token non-fungible (NFT), dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Nilai utamanya adalah menyelesaikan trilema blockchain: skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Baru-baru ini, visinya berkembang secara signifikan. Proyek ini kini fokus membangun lapisan ekonomi dasar untuk ekonomi manusia-ke-agen, di mana agen AI otonom dapat melakukan transaksi, berkolaborasi, dan menyelesaikan pembayaran secara mandiri melalui logika yang dapat diprogram (Prom). Ini menjadikan Prom bukan hanya solusi skalabilitas biasa, melainkan infrastruktur penting untuk masa depan aktivitas ekonomi otonom.

2. Teknologi & Arsitektur

Prom adalah modular ZK-EVM Layer 2 yang dibangun menggunakan Polygon Chain Development Kit (CDK) dan ZK-stack. Secara sederhana, ini berarti Prom menggunakan kriptografi canggih (zero-knowledge proofs) untuk mengelompokkan dan memverifikasi transaksi di luar rantai utama Ethereum, sehingga menghasilkan throughput tinggi dan biaya rendah sambil tetap mewarisi keamanan kuat dari Ethereum. Arsitekturnya dirancang untuk interoperabilitas, mampu terhubung dengan blockchain yang kompatibel EVM maupun yang tidak. Pendekatan "modular" ini memungkinkan pengembang menyesuaikan komponen, dan penggunaan stack Polygon memastikan kompatibilitas dengan ekosistem alat dan aplikasi yang luas.

3. Tokenomik & Tata Kelola

Token PROM memiliki pasokan maksimum tetap sebanyak 19.250.000 token, dengan 18.250.000 token saat ini beredar. Token ini memiliki dua fungsi utama: pertama, sebagai gas untuk menjalankan transaksi dan interaksi kontrak pintar di jaringan; kedua, sebagai token tata kelola, memberikan hak suara kepada pemegangnya dalam pengambilan keputusan yang membentuk masa depan protokol. Dalam fokus baru pada agen AI, token ini juga dirancang sebagai media pembayaran yang dapat diprogram, escrow, dan micropayment antar layanan dan agen otonom, menanamkan logika ekonomi langsung ke dalam interaksi agen.

Kesimpulan

Prom secara fundamental berkembang dari solusi skalabilitas umum menjadi infrastruktur khusus yang memungkinkan agen AI menjadi pelaku ekonomi mandiri. Seberapa efektif arsitektur modular ZK-EVM dan tokenomiknya mendukung koordinasi kompleks yang dibutuhkan untuk ekonomi manusia-ke-agen yang skalabel?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.