Penjelasan Mendalam
1. Tujuan dalam Model Token Ganda
Ontology menggunakan dua token: ONT untuk tata kelola dan staking, serta ONG untuk utilitas. Pemisahan ini bertujuan untuk menstabilkan biaya transaksi, karena biaya penggunaan jaringan (dibayar dengan ONG) dipisahkan dari nilai staking yang bisa berfluktuasi (ONT). Desain ini memberikan biaya operasional yang lebih dapat diprediksi bagi bisnis dan pengguna yang membangun di atas lapisan kepercayaan Ontology.
2. Peran Utilitas dan Ekosistem
ONG adalah bahan bakar bagi jaringan Ontology. Setiap transaksi, eksekusi kontrak pintar, dan pertukaran data memerlukan ONG untuk membayar biaya gas. Fungsinya juga meluas ke staking, di mana pengguna dapat mengunci token untuk membantu mengamankan jaringan dan mendapatkan imbalan. Ekosistem Ontology berfokus pada identitas terdesentralisasi (melalui ONT ID) dan protokol data, dengan ONG sebagai penggerak semua operasi di dalam rantai (on-chain).
3. Tokenomik dan Tata Kelola
Tokenomik ONG disempurnakan melalui tata kelola komunitas pada tahun 2025. Sebuah proposal disetujui untuk mengurangi batas pasokan total ONG dari 1 miliar menjadi 800 juta token, dengan membakar 200 juta ONG (PANews). Langkah ini menciptakan struktur deflasi dengan jadwal emisi yang dapat diprediksi selama 19 tahun, bertujuan memperkuat nilai jangka panjang dan mendorong partisipasi dalam jaringan.
Kesimpulan
Secara mendasar, ONG adalah token operasional yang memungkinkan terciptanya ekonomi yang berjalan di blockchain Ontology, yang dibangun untuk kepercayaan, identitas, dan kedaulatan data. Bagaimana peran ONG akan berkembang saat Ontology mengintegrasikan tumpukan identitasnya dengan kecerdasan buatan dalam roadmap 2026?