Apa itu Bedrock (BR)

Oleh CMC AI
12 April 2026 03:05PM (UTC+0)
TLDR

Bedrock (BR) adalah protokol liquid restaking multi-aset yang dirancang untuk membuka potensi hasil (yield) pada Bitcoin, Ethereum, dan IoTeX, sekaligus memungkinkan pengguna mempertahankan likuiditas melalui token wrapped.

  1. Tujuan Utama – Mengatasi masalah modal yang menganggur di dunia kripto dengan memungkinkan aset seperti BTC untuk distake dan digunakan secara bersamaan di berbagai layanan DeFi.

  2. Model Tata Kelola – Menggunakan sistem dual-token (BR dan veBR) di mana staking BR memberikan hak suara dalam tata kelola dan meningkatkan imbal hasil.

  3. Jangkauan Ekosistem – Beroperasi di lebih dari 19 blockchain dengan lebih dari 60 integrasi DeFi, menjadikannya infrastruktur inti untuk keuangan berbasis Bitcoin (BTCFi).

Penjelasan Mendalam

1. Tujuan & Nilai yang Ditawarkan

Bedrock mengatasi salah satu ketidakefisienan utama dalam keuangan terdesentralisasi: aset berharga seperti Bitcoin sering kali hanya diam tanpa digunakan. Biasanya, staking mengharuskan aset dikunci sehingga likuiditas hilang. Bedrock memperkenalkan konsep liquid restaking, di mana pengguna menyetorkan aset dan menerima token likuid (misalnya uniBTC untuk Bitcoin) yang mewakili posisi staking mereka. Token ini kemudian dapat digunakan di berbagai layanan DeFi untuk pinjaman, perdagangan, atau penyediaan likuiditas, sehingga pengguna bisa mendapatkan beberapa lapisan hasil tanpa kehilangan akses ke aset asli mereka. Misi utamanya adalah membawa nilai besar Bitcoin ke dalam ekonomi DeFi yang produktif.

2. Teknologi & Tata Kelola

Inovasi protokol ini adalah mekanisme Proof of Staked Liquidity (PoSL). Mekanisme ini didukung oleh model dual-token. Token BR yang dapat dipindahtangankan berfungsi sebagai aset utilitas dan tata kelola dalam ekosistem. Pemegang BR dapat mengunci token mereka untuk mendapatkan veBR (voting escrow BR), token yang tidak dapat dipindahtangankan. veBR memberikan hak suara dalam tata kelola, seperti memilih pembaruan protokol dan pengelolaan dana, serta meningkatkan imbal hasil staking bagi pemegangnya. Desain ini mendorong keselarasan jangka panjang antara pengguna dan keberhasilan protokol.

3. Ekosistem & Pembeda Utama

Bedrock menonjol dengan fokusnya pada multi-chain dan multi-aset. Protokol ini mendukung aset BTC, ETH, dan IoTeX secara native dalam model hub-and-spoke di lebih dari 19 blockchain, termasuk BNB Chain, Ethereum, Aptos, dan Base. Integrasi luas ini menciptakan lapisan likuiditas yang terpadu. Produk utama seperti uniBTC dan brBTC diamankan melalui kemitraan seperti Chainlink’s Proof of Reserve, yang menyediakan verifikasi on-chain untuk mencegah pencetakan token berlebih. Dengan menggabungkan permintaan lintas rantai daripada memecahnya, Bedrock bertujuan menjadi infrastruktur dasar untuk gelombang berikutnya dari BTCFi.

Kesimpulan

Secara fundamental, Bedrock adalah mesin likuiditas yang mengubah aset pasif menjadi jaminan DeFi yang aktif dan menghasilkan hasil di berbagai blockchain. Apakah arsitektur lintas rantai ini akan menjadi standar bagaimana Bitcoin terintegrasi ke dalam sistem keuangan multi-chain?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.